Membincang "Heart Guardian" di Mabit Kelas V SDIT Bina Amal

 

Mabit di SDIT Bina Amal
Pose bersama siswa kelas V saat Mabit di SDIT Bina Amal dengan PID

Kita ngisi Mabit di SDIT Bina Amal lagi, gaes! Tahun lalu di 2025, saya juga mengisi materi di acara rutin tahunan ini. Materinya waktu itu "Tubuhku Kuat, Prestasiku Hebat!". Kali ini, tantangan materinya adalah manajemen terkait rasa di hati. Oya, mabit itu semacam kegiatan pesantren kilat, menginap semalam. Di beberapa tempat mabit itu dicarikan kepanjangannya, yaitu malam bina iman dan takwa.

Bu Guru Atika, yang menghubungi saya menyampaikan tujuan yang hendak diraih. Intinya agar akhlak anak-anak kelas V SD tetap terjaga ketika mereka mulai memasuki tanda-tanda fase pubertas, khususnya saat mulai menyukai lawan jenis.

Wah, tantatangan yang menarik. Tantangan berikutnya adalah audiens yang berjumlah setidaknya 100 orang dengan perkembangan psikologi mental yang beragam. Ada yang masih lugu dan ada juga yang sudah agak 'dewasa' dikit.

Nah, tantangan berikutnya adalah waktu penyelenggaraannya biasanya malam. Tahun lalu dilakukan habis isya, sekitar pukul 19.30 hiingga pukul 22.00 wib. Ternyata ada beberapa diantara mereka yang terserang kantuk. Untuk mengatasi tantangan ini, akhirnya jadwalnya diubah sore, sekitar pukul 16.00 hingga jelang magrib di 17.30 wib tanggal 13 Februari 2026..

Kemudian saya mencari tahu, apakah sekolah sudah menerima hibah PID (Papan Interaktif Digital). Ternyata sudah. Oke kalau begitu, materinya akan kita sajikan menggunakan PID.

Jadi, tantangan kali ini adalah bagaimana menyampaikan pendidikan akhlak tentang menjaga hati dan sikap pada fase pubertas atau jelang baligh di audiens 100 orang anak-anak kelas V SD dengan perkembangan psikologi yang beragam menggunakan media PID agar bisa interaktif. Mantap!

Alhamdulillahnya, waktu yang diberikan panita kepada saya cukup panjang yaitu 1 bulan. Jadi saya punya waktu banyak untuk merancang materi. Di proses perancangan materi ini saya mengajak dialog Gemini AI tentang bagaimana cara mudah memahamkan siswa terkait materi yang sebenarnya susah untuk disampaikan. Ternyata, Gemini menggunakan metode perumpaan atau analogi agar bisa lebih mudah dipahami. Misalnya hati di dalam tubuh manusia itu, ibarat mesin di mobil. Meskipun bodi mobil  bagus tapi jik amesinnya rusak, maka mobil itu akan mengalami kendalla berjalan. Analog dengan manusia, jika hatinya rusak, maka rusaklah semuanya. Woahh..relate banget sih menurutku.

Berikutnya, saya juga menggunakan AI dalam hal ini Veo3 untuk menghidupkan gambar statis menjadi video animasi sehingga lebih menarik bagi siswa. Setelah menyusun materi, saya kemudian menggunakan Canva sebagai alat penyaji. Dan untuk unsur interaktivitas dengan anak-anak saya membuat 2 hal, yaitu Kuis Materi dengan bantuan Wordwall. khususnya Words Drag and Drop. Dan membuat Ikrar "Heart Guardian" atau "Penjaga Hati, dimana anak-anak semuanya maju untuk menorehkan tanda tangannya di PID.

Alhamdulillah, hingga akhir waktu, anak-anak terlihat tetap fokus dan atensi. Menurut Bu Atika, biasanya kendala yang dialami ketika sesi seperti mabit ini adalah bila penyampaian materi  monoton dan kurang interaktif, biasanya membuat anak-anak cepat bosan dan susah fokus, hingga kadang-kadang pematerinya dicuekin. Alhamdulillah itu tidak terjadi. 

Oke, selamat menjaga hati, ya...!
Untuk dokumentasi, ada di bawah berikut ini, termasuk materinya bila ingin menyampaikan materi serupa.





Tanda Tangan Ikrar Penjaga Hati

Materi "Heart Guardian" allias Penjaga Hati di Mabit Kelas V SDIT Bina Amal:

Presentasi - HEART GUARDIAN oleh Doni Riadi


Comments

Popular Posts