• Guru dan Pendidikan Antikorupsi

    Semakin korup sebuah Negara maka akan semakin tinggi tingkat perkelahian antar pelajar, bullying di sekolah, pergaulan bebas, kecurangan saat ujian, dan seterusnya. Apakah hubungan diantara keduanya?...

  • Pendidikan, Untuk Siapa Kau Dinikmati?

    Terlebih keduanya lahir dari rahim dunia pendidikan alternatif. Bang lendo dengan Sekolah Alamnya dan Pak Din dengan Kelompok belajar Qaryah Thayyibahnya. Keduanya, membicarakan sesuatu ‘yang ....

  • Menerbitkan Kumcer Bertema Literasi...

    Literasi Media itu maksudnya agar kita 'melek media'. Bijaksana memperlakukan media dan televisi sebagai alat informasi. Selektif terhadap tayangan, siaran, program dan iklan, berikut bisa mengkritisi terhadap muatan siaran ...

Minggu, 17 Februari 2019

Gara-gara Ikut VCT, Sekolah Jadi Punya Office 365 Gratis

Screenshoot admin Office 365
Masih tentang SEAMEO VCT Batch 2. Kali ini saya ingin berbagi rasa. Sebab, gara-gara mengikuti VCT 2, sekolah saya berhasil mendapatkan akun Office 365 secara cuma-cuma.

Lha kok bisa? Bisa! Bagaimana ceritanya? Hehe, saya juga yakin, sekolah anda pun bisa mendapatkannya, selama memenuhi kriteria tentu saja.

Jadi begini...,
Di antara banyak sesi vicon yang digelar di Batch 2, ada beberapa yang memaparkan tentang penggunaan aplikasi Office 365. Satu diantaranya adalah Pak Achayat Hidayat dari Pekalongan. Sebenarnya materi beliau saat itu adalah tentang Microsoft Quiz, tapi menyinggung juga tentang bagaimana mendapatkan Office 365 Gratis untuk sekolah. Tidak terlalu detail, tapi sudah cukup menjadi inspirasi buat saya.

Kebtulan sekolah telah memiliki domain sendiri di sch.id (http://sekolahalamarridho.sch.id), sebagai salah satu syarat pokok sebuah sekolah bisa mendapatkan Office 365. Dan kebetulan juga, saya webmaster merangkap adminnya, sehingga memegang akses cpanel. Sehingga saya tinggal melakukan permohonan kepada Microsoft.

Saya kemudian berkunjung ke laman http://office.com dan mencari menu Office 365 for Education, lalu melakukan apply atau membuat akun. Langkah berikutnya melakukan tindak lanjut dari verifikasi Office 365. Di tahap verifikasi ini, saya harus bisa membuktikan bahwa saya adalah pengelola web sekolah, dengan cara masuk ke cpanel web sekolah. Office 365 memberikan sebuah file yang harus saya masukkan ke dalam cpanel. Dan jika itu berhasil maka baru bisa masuk ke langkah berikutnya. Jelajahi saja di Google, dengan kata kunci : deploy Office 365, maka akan banyak web yang mengajarkan tutorial caranya.

Langkah terakhir adalah menghubungi pihak penyedia hosting dan domain web sekolah. Sebab, nantinya, nameserver web sekolah harus diganti dengan nameserver Microsoft.

Saya kira usai, tapi ternyata belum. Sebab, setelah saya amati, jenis layanan yang diberikan adalah Office 365 versi A5 dan berbatas waktu 30 hari atau satu bulan atau Trial Version. Setelah konsultasi dengan Pak Achyat, maka saya melakukan kontak di desk Bantuan untuk memohon perubahan menjadi versi A1 dan bukan versi Trial Version.

Tidak lama setelah mengirimkan pertanyaan/bantuan, saya ditelpon pihak Microsoft Washington DC dalam bahasa Inggris. Kemudian, keesokan harinya, telpon dari Microsoft Shanghai pun masuk. Dari Shanghai inilah, kemudian mereka menunjuk seorang CS untuk melayani saya hingga masalahnya tuntas. Termasuk di antaranya, harus membalas email kuisioner tentang kelayakan sekolah. Di kuisioner itu, ada pertanyaan tentang akreditasi sekolah. Saya pu menjelaskan bahwa sekolah mendapat akreditasi A, berikut nomor SK-nya. Terakhir, Microsoft Shanghai melakukan remote session atas leptop saya saat membuka laman admin Office 365. Sekarang, sekolah saya sudah memiliki akun Office 365 Gratis versi A1.

Segera setelah itu, akun-akun baru untuk guru dan kepala sekolah dibuat. Saya menggunakan Sway untuk presentasi dan Forms untuk membuat Quiz/latihan daring dan presensi daring. Juga Onedrive untuk menyimpan file, dan Outlook untuk fungsi pos-el.

Jadi, saya mengucapkan terimas kasih, tidak saja kepada Office 365, tetapi juga kepada SEAMEO yang telah memfasilitasi para guru-guru berbagi di VCT Batch 2, sehingga kami mendapatkan banyak kemanfaatan darinya.

Karena itu, saya merekomendasikan VCT Batch 3 ini untuk diikuti oleh guru-guru, mumpung masih ada waktu untuk mendaftar, hingga 20 Februari 2019 nanti. Dan nampaknya, ini akan menjadi VCT pamungkas di tahun 2019. Berminat? Klik di sini untuk mendaftar.
Read More

Sabtu, 16 Februari 2019

Pendaftaran SEAMEO VCT Batch 3

Flyer VCT Batch 3

Sebagai alumni VCT Batch 2, saya merekomendasikan pelatihan ini untuk memperkuat Teaching Skill guru. Ini pelatihan yang bagus dan futuristik.
***
Revolusi Industri 4.0, SIAPA TAKUT?
Hallo Indonesia,
*Kami menantang Anda yang kreatif dan inovatif untuk menjadi _Virtual Coordinator Indonesia_!*
Revolusi Industri 4.0 tak hanya menawarkan sisi positif "the promises" tapi juga sisi negatif " the perils”. Dalam revolusi yang ditopang oleh teknologi abad 21 seperti "machine learning", "artificial intelligence", "internet of things", hingga "3D printing", disadari maupun tidak, syarat sisi negatif seperti "disruptive effect", ketimpangan ekonomi, dan pengangguran massal karena "automation effect" jika kita lengah dan kurang strategi dalam penyiapannya.
Dalam menyikapi tantangan ini, sumber daya manusia Indonesia harus sigap dan ‘gercep’ dalam mempersiapkan diri meng-"upgrade" kompetensi dan menyusun strategi untuk menghadapinya.
Salah satu gebrakan bakti untuk bangsa yang dipersembahkan oleh SEAMEO Secretariat dan guru-guru untuk Indonesia adalah program *Virtual Coordinator Indonesia (VCI)*. VCI adalah program pelatihan mengelola training online. Dengan VCI, diseminasi pengetahuan baru yang ter-"update" akan mudah dan cepat dilakukan. Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam VCI, yaitu:
1. Teknik rekrutmen peserta secara online
2. Menulis narasi promosi kegiatan yang tepat dan memikat
3. Mengkreasi room video conference
4. Teknik menjadi narasumber, host, dan moderator
5. Presentasi kegiatan online
6. Mendokumentasikan kegiatan dan berbagi di social media dan youtube.
Tuh kan, seru banget bukan??? 🌞💐🌞 So, siap kah untuk menjadi guru hebat anti mainstream yang dapat menjawab tantangan industri 4.0?
Yuk daftar aja di http://bit.ly/VCT_Batch3 dan batas pendaftarannya hanya sampai *20 Februari 2019* aja loh.
Jangan sampai ketinggalan untuk menjadi pionir dan pendobrak Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 ya 🙂
Salam digital 
_sharing and growing together_
Read More

Seremonial Seameo VCT Batch 2



Tak Henti Belajar
Pertama bertemu langsung dengan para punggawa SEAMEO adalah saat Kongres Bahasa XI di Jakarta. Salah seorang penjaga stand SEAMEO to the point berkata, "Ayo ikut, pak!" saat mengetahui saya belum pernah mengikuti kegiatannya walau sudah sering mendengar nama besarnya. "Oke!" jawab saya berjanji.
Dan, janji itu saya tepati. Tepatnya di VCT Batch 2 tahun 2019 ini. Tidak kurang 3500 guru mendaftar melalui form daring. Sebuah angka yang luar biasa. Melebihi ekspetasi, kata instrukturnya di dalam Vicon. Hingga harus dibagi setidaknya ke dalam 16 zona. Saya kebagian di Indonesia 6, Jawa Tengah basisnya.

Peserta dalam zona dikumpulkan dalam grup WA. Di grup ini, selain ada peserta juga ada instruktur dan Direktur SEAMEO, Pak Gatot Hari Priowirjanto. Para peserta dibagi menjadi sesi-sesi. Dalam sehari ada 10 sesi. Di VCT Indonesia 6 ini, room sudah dibuka sejak pukul 07.30 dan berakhir pukul 22.00.
Beberapa hari saja di dalamnya, saya langsung paham, ini adalah semacam "surga" bagi guru yang mau belajar. Karena setiap hari, dari pagi hingga malam, para guru-guru hebat dan berpengalaman di bidangnya berbagi banyak hal dalam media daring atau vicon.
Dengan menggunakan Sisco Webex, para guru saling mempresentasikan setidaknya 4 hal : Skill IT (How To), Metode Pengajaran, Media Pembelajaran, dan Konsep Pendidikan. Lengkap! Dari beragam perspektif dan level pengajaran (TK-SMA). Diskusi yang berjalan pun konstruktif dan akrab.
Tanpa disadari, fokusnya sekarang tidak lagi mengejar sertifikat VCT, tapi benar-benar mengejar ilmu yang disampaikan oleh sesama guru. Ada Guru Berprestasi Nasional ada Juara Inobel, ada Guru Inovatif, ada jawara OGN, guru penulis, pendekar literasi, dan lain sebagainya, ringan saja membagikan ilmu dan pengalamannya.
Belum lagi pelatihannya usai, saya sudah menghasilkan beberapa karya, TIK dan Non-TIK, terinspirasi dari guru-guru hebat ini. Sebagian sudah pula saya terapkan di kelas. Diantaranya materi dan latihan Matematika daring (yang dapat dilihat di halaman e-learning blog ini). 
Tugas dari instruktur kepada peserta untuk mengerjakan minimal masing-masing 2 kali menjadi presenter, host, dan moderator, menjadi berlalu amat cepat. Bahkan mungkin ada 90-100 kali lebih saya menghadiri vicon baik sebagai petugas maupun sebagai peserta atau partisipan, dari 20 Januari hingga 15 Februari 2019. 

Tiga hari pertama, 16-18 Januari 2019, peserta mendapatkan penjelasan tentang Seameo Virtual Coordinator Training, dari konsep, tujuan, hingga teknis pelaksanaan Berikut ini penjelasan Direktur Seameo tentang VCT :


Dari sini pula, bertambah pengetahuan saya tentang absensi daring. Setidaknya ada 3 cara dalam membuat form absensi daring : Google form, Office form, dan Zoho form.
Untuk mengapresiasi peserta yang telah berhasil menjalankan tugas, Seameo memberikan e-certificate yang dapat di cetak mandiri. Berikut ini sertifikatnya :



Berikut ini rekaman video capture saat menjadi presenter. Video pertama, materinya adalah : "Elemen Tulis, Mudahkan Identifikasi Tulisan". Video Kedua adalah materi kedua, berjudul "Belajar Bersama Alam".


Untuk Flyer dan contoh narasi yang saya buat, sudah saya posting sebelumnya di sini.
Lalu apa tugas Presenter, Host, dan Moderator dan VCT ? Simak penjelasannnya dalam artikel yang telah ditulis oleh instruktur VCT, Pak Krisantus di blognya ini.
Terakhir, terima kasih SEAMEO untuk kesempatan luar biasa ini. Kenapa nggak dari dulu-dulu bergabung ya?..Hehe...
Oya, dahsyat juga, sertifikatnya hanya berlaku 1 tahun, berbeda dg pelatihan yang lainnya. Sehingga untuk mendapatkan perbaruannya, guru harus terus mempraktikkan ilmu yang didapatnya. Keren!
Dan sekarang, Seameo telah membuka pendaftaran VCT Batch 3! Tertarik? Silakan mendaftar di form pendaftarannya. Tenggat waktunya hingga 20 Februari 2019, di sini.

Read More

Minggu, 27 Januari 2019

Berlatih Webinar di VCT Seameo Batch 2 Indonesia 6

Guru terbaik adalah guru yang tak henti belajar.
Dan belajar bersama “dari Guru untuk Guru oleh Guru” adalah cara terbaik guru belajar.

Mari bergabung bersama guru-guru terbaik yang sedang berlatih dan berbagi pengalaman praktik baik pengajaran dalam VCT (Virtual Coordinator Training) Indonesia Zona 6 (Jawa Tengah) yang difasilitasi oleh SEAMEO melalui fasilitas daring atau webinar.

 Pengalaman yang dibagi di dalamnya luar biasa dan tak ternilai harganya dan hari ini  dapat guru-guru nikmati tanpa biaya. Cukup terkoneksi dengan internet dari perangkat belajar seperti leptop atau android.

Adapun materi yang saya terlibat di dalamnya, baik sebagai presenter, host, dan moderator ada dalam pamflet berikut ini :








Read More

Sabtu, 08 September 2018

Memoderatori Pak Cah : "Wonderful Family Series"

Selfie bersama Pak Cah
Pak Cah, panggilan akrab Ust. Cahyadi Takariawan datang lagi ke sekolah untuk kedua kalinya. Kali ini beliau diundang khusus untuk menjadi pemateri pada acara Parenting Sekolah Alam Ar-Ridho pada Sabtu, 8 September 2018. Sekolah, kemudian mengamanahi saya untuk menjadi pembawa acara sekaligus memoderatori acara khususnya saat sesi tanya jawab. Tanggal yang sama (8-10 September 2018) sebenarnya sedang berlangsung Jambore Federal IV di Jakarta-Bogor. Maka, jadilah tahun ini saya tak ikut berangkat Jamnas IV. Lagipula esok Senin (10/9), saya juga harus presentasi esai di Balai Bahasa Jawa Tengah. Jadi, sempurna. Saya ikuti rencana Allah, yang mengharuskan saya berdiam di Semarang. Ada dua kegiatan. Manalah bisa saya berkutik.

 Pak Cah, penulis lebih dari 50 buku dan juga Kompasioner Terfavorit 2014, hari ini membawa 7 buah buku terbarunya, seri "Wonderful Family". Yaitu : Wonderful Wife, Wonderful Husband, Wonderful Couple, Wonderful Love, Wonderful Family, Wonderful Journey, dan Wonderful Marriage. Beberapa diantaranya oleh Pak Cah dijadikan doorprize, diberikan sebagai hadiah kepada peserta secara cuma-cuma. Mereka yang beruntung adalah yang hari itu menjadi pasangan paling lama mengarungi mahligai pernikahan. Ada 2 pasangan yang mendapatkannya, yang satu abinya Azizah (PAk Saiful Bahri) yang sudah 32 tahun usia pernikahannya dan yang kedua Pak Bambang yang sudah menginjak usia ke 25 tahun.

Pada kesempatan ini, Pak Cah kuberikan kenang-kenangan buku "Cukup Pahamilah saja". Dan diluar dugaan, Pak Cah kemudian langsung membuka dan membacanya saat saya sibuk membagi doorprize lainnya untuk peserta Parenting. Pak Cah kemudian memberi 2 masukan penting untuk buku itu. Pertama, mempertahankan sistematika penyajian. Sebaiknya pengantar di awal tulisan dihilangkan saja dan kedua, hilangkan tahun di beberapa tulisan agar menjadi relevan sepanjang masa (timeless). 

Acara diakhiri dengan foto bersama dan penandatanganan buku (book signing) oleh Pak Cah pada buku yang dibeli oleh beberapa oarng tua wali murid dan peserta parenting. Sampai jumpa lagi Pak Cah. Maturnuwun untuk segenap pencerahannya. Tetap sehat dan barokah ilmunya. Amin.
Pak Cah menjawab pertanyaan dari peserta Parenting

Pak Cah memberi Icebreaking Senam Otak
Download Materi Parenting Pak Cah : Wonderful Family

Read More

Presentasi Artikel Ilmiah di Seminar Nasional Pendidikan Universitas PGRI Semarang

Presentasi di Ruang 1 Sendika UPGRIS 2018

Hari Sabtu (14/7) lalu, alhamdulillah diberi kesempatan menjadi pemakalah panel/pendamping Seminar Nasional Pendidikan PGSD Universitas PGRI Semarang 2018. Artikel ilmiah yang saya tulis berjudul : MENGASAH KEMAMPUAN HOTS, LITERASI, DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 5 SD DENGAN PROJECT BASE LEARNING MEMBUAT MAINAN BERBASIS GERAK DAN GAYA.

Bertempat di Ruang 1, Aula UPGRIS Lantai 6, saya memaparkan bahan presentasi yang  idenya berasal dari pembelajaran di di kelas 5A tahu ajaran 2017/2018 saat tema Energi. 

Artikel di muat di Prosiding Seminar setebal 1200 halaman dengan ISBN :  978-602-5784-15-6 dan artikel saya itu berada di hlmn 145-157.

Download artikel di link berikut ini :
1. Link Prosiding PGSD UPGRIS  
2. Link googledrive 
Para Pembicara Utama Sendika UPGRIS 2018

Pamflet Sendika

Read More

Rabu, 29 Agustus 2018

Mengapa Guru "Harus" Ikut Lomba Inobel?

Sesi bersama Prof Tine Silvana

Catatan ini saya buat pada hari ketiga saat mengikuti Workshop Lomba Inobel Kemendikbud 24-28 Juli 2018 (dan ditujukan khusus kepada teman-teman guru atau pendidik. Ya... meskipun belum tentu menjadi juara, karena masih ada dua tahap lagi, tapi informasi yang saya peroleh sungguh amat sayang jika disimpan sendiri dan tak dibagi ke teman-teman guru.

Setelah bertemu dan berdiskusi dengan teman-teman guru di ajang ini, khususnya pak Nur Rakhmat, sebagai sesama perwakilan Kota Semarang yang lolos ke tahap workshop, maka saya memberanikan diri untuk mencantumkan "harus" pada judul tulisan ini. Mengapa begitu?

Pertama, Inobel adalah "jalan tol" bagi guru.
Setiap tahun, Kemendikbud menggelar 3 acara penganugerahan "bergengsi" untuk guru-guru kreatif. Yaitu Guru Berprestasi (Gurpres), Olimpiade Guru Nsional (OGN), dan Inovasi Pembelajaran (Inobel). Gurpres, jalannya terjal bin berliku dan amatlah melelahkan. OGN, syarat untuk mengikutinya sangat eksklusif yaitu Nilai UKG-nya harus masuk kategori yang tinggi. Nah, jalur ketiga inilah, yang paling "ringan", karena semua guru bisa mengikuti lomba ini, tanpa syarat yang berat. Tiketnya cuma satu, yaitu punya karya inovasi pembelajaran. Inilah yang saya maksud dengan "jalan tol".

Kedua, apresiasi Kemendikbud untuk guru yang memiliki karya Inobel sangat tinggi. Mulai dari mengganti biaya perjalanan naik pesawat pulang pergi dari seantero wilayah nusantara menuju lokasi workshop atau pameran (jika menjadi finalis), menanggung seluruh akomodasi, hingga memfasilitasi mengubah karya inovasi menjadi publikasi jurnal atau prosiding bahkan buku. Bahkan, untuk Juara, hadiah istimewa telah menanti. Tahun-tahun sebelumnya, sang juara difasilitasi untuk studi banding merasakan bagaimana keseharian sekolah-sekolah terbaik di luar negeri. Maka, sungguh sangat sayang untuk dilewatkan.

Ketiga, dalam forum pertemuan guru inovator (lolos tahap seleksi), guru-guru dapat saling berbagi dan menginspirasi terkait konsep, media, maupun metode pembelajaran. Kemudian, dari para narasumber workshop yang mumpuni, guru mendapatkan ilmu penting terkait pengelolaan karya inovasi. Diantaranya tentang, ragam KTI, artikel ilmiah, Similiarity dan Citasi, Plagiarisme, Penggunaan bahasa Indonesia, Teknik Presentasi, pameran Karya, dan perlindungan Hak Kekayaan atas Intelektual. Tahun ini, para narasumber berasal dari ragam instansi, ada kampus seperti UNJ, UPI, ITB, Unila, Unpad, hingga LIPI, LPMP, dan PPPPTK.

Jadi, kalau bapak ibu seorang guru berdedikasi, kreatif, dan kaya pengalaman inovasi mengajar. Memiliki banyak "best moment" dari hasil terobosan mengajarkan sesuatu, maka bapak ibu adalah orang yang tepat untuk mengikuti Inobel ini. Ditambah motivasi mengangkat nama sekolah atau wilayah kerja, maka motivasi itu akan berlipat ganda.

Namun, meskipun Inobel adalah "jalan tol", bukan berarti tiada rintangan. Karena bersifat terbuka, tentu konsekuensinya adalah jumlah kompetitor yang lumayan banyak. Tahun ini untuk jenjang SD, pendaftar lomba Inobel di http://kesharlindungdikdas.id yang lolos tahap administrasi berjumlah 452 orang. Artinya pendaftar pertamanya lebih banyak dari itu. Tahun lalu mencapai ribuan. Angk itu kemudian tersaring kembali menjadi 394 orang. Lalu tersaring lagi pada tahap Similiarity dan Citasi menjadi 180 orang untuk 3 kategori atau 60 orang per kategori lomba. Batas similiarity untuk tahun ini adalah 30% dan akan terus berkurang setiap tahunnya. Jumlah tadi akan berkurang lagi menjadi 34 finalis per kategori. Tiga kategori yang ada yaitu : MIPA, IPSPB, dan SORAM. Jadi, perjuangannya tetaplah luar biasa.

Sedikit tips dari saya adalah, selalu dokumentasikan kegiatan yang menarik di kelas bapak ibu guru. Gali terus inovasi mengajar, dan ikat dalam suatu tulisan, agar nantinya lebih mudah mentransformasikannya ke dalam naskah Inovasi Pembelajaran. Satu lagi, tata cara naskah Inobel tidak menggunakan pola PTK (Penelitian Tindakan Kelas), sehingga guru bisa lebih merdeka dalam cara.

Sekarang, jalan telah dibuka. Bola ada di tangan Anda, para guru. Mau mencoba?

Kelas A Workshop Inobel SD 2018

Sesi Presentasi  Desain Pameran Karya

Peserta dari Jawa Tengah : Saya, Pak Nur Rakhmat Semarang,  Bu Azizah Temanggung, Bu Asna Pati
Download : Data 180 Peserta Lolos Seleksi Workshop Inobel SD Kemdikbud 2018
Read More