• Guru dan Pendidikan Antikorupsi

    Semakin korup sebuah Negara maka akan semakin tinggi tingkat perkelahian antar pelajar, bullying di sekolah, pergaulan bebas, kecurangan saat ujian, dan seterusnya. Apakah hubungan diantara keduanya?...

  • Pendidikan, Untuk Siapa Kau Dinikmati?

    Terlebih keduanya lahir dari rahim dunia pendidikan alternatif. Bang lendo dengan Sekolah Alamnya dan Pak Din dengan Kelompok belajar Qaryah Thayyibahnya. Keduanya, membicarakan sesuatu ‘yang ....

  • Menerbitkan Kumcer Bertema Literasi...

    Literasi Media itu maksudnya agar kita 'melek media'. Bijaksana memperlakukan media dan televisi sebagai alat informasi. Selektif terhadap tayangan, siaran, program dan iklan, berikut bisa mengkritisi terhadap muatan siaran ...

Senin, 02 Desember 2019

Solilokui Guru : Pendidikan Itu Apa?

ilustrasi: simplycottage.com

Lima belas  tahun sudah waktu yang terlalui sebagai guru. Bukan waktu yang terlalu lama, tapi juga tidak terlalu sebentar. Cukuplah untuk berdiskusi dan mencatat petuah  tokoh-tokoh pendidikan, yang terkenal maupun tidak, aparatus maupun masyarakat, petinggi maupun kawula. Juga pengelola sekolah, yayasan, pendiri, kepala sekolah, organisasi guru, guru besar maupun guru saja.

Dan, saat jiwa-jiwa guru itu berkumpul, di atas profesinya sebagai guru, tapi benar-benar jiwa guru, dari lintas sekolah, lintas organisasi, latar belakang, status, jenjang, pangkat, dan seterusnya, maka terlihatlah benang merahnya.

Dan, mereka serupa puzzle. Setelah kucoba merangkainya, maka…

Betul!
Bumi tak dapat menyucikan penghuninya.
Abu Lahab lahir dan tumbuh besar di kota suci Mekkah, tapi tak serta-merta menjadi mulia. Semua muslim tahu seperti apa kelakuannya.

Betul!
Nabi Nuh AS berduka, karena tidak semua putranya patuh pada dirinya. Kan’an menolaknya dan memilih untuk tenggelam ditelan banjir bah, bersama ibunya.

Maka, pendidikan itu apa?
Pendidikan yang berhasil itu yang bagaimana?
Guru itu siapa? Guru sukses itu yang bagaimana?

Menurutku…
keberhasilan pendidikan itu tidak bergantung pada:

Negeri atau swasta.
yang di negeri banyak juga yang bagus-bagus, yang di swasta juga oke. Hanya saja, sebagian yang di negeri melihat swasta isinya sisa-sisa, yang di swasta melihat yang di negeri itu serba salah.

Mahal atau murah.
Belum tentu yang mahal menjadi terbaik dan yang murah menjadi tidak berkualitas.

Kota atau Desa.
Pendidikan di kota mungkin lebih maju tapi belum tentu berhasil mencetak siswa berkarakter dan berakhlak mulia. Banyak juga hasil pendidikan desa menjadi orang besar.

Kurikulum
1.000 kurikulum 1.000 luaran, dengan ciri khas masing-masing, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sah dan memang begitu mestinya. Jadi semua orang bisa mengklaim memiliki kurikulum terbaik.

Metode dan pendekatan
Metode yang sama oleh guru yang sama bisa berdampak berbeda pada siswa yang berbeda, apalagi oleh guru yang berbeda.

Menteri dan pemerintah
Di Indonesia, ruh dan aktivitas pendidikan sudah lebih dulu dan berjalan jauh sebelum negara ini ada. Jadi sudah pasti ia akan dapat berjalan bersama atau tanpa pemerintah.

Gedung atau saung
Rasa dan suasana terpenjara atau merdeka tidak bergantung pada bangunan fisik kelas. Saung terbuka juga bisa membuat siswa merasa terpenjara, sebagaimana gedung tertutup bisa menciptakan rasa merdeka.

Di dalam kelas atau di luar kelas
Tergantung apa yang sedang dipelajari. Keduanya bukan domain yang bisa dipertentangkan.

Duduk di kursi atau lesehan
Ilmu dan pencerahan, dapat dimiliki dari segala posisi belajar.

Baju seragam atau baju bebas
Kesederhanaan dan egalitarian tidak selalu identik dalam baju seragam, tapi lebih ke perilaku dan gaya pola hidup. Seragam hanya  efektif untuk menunjukkan semangat korps.

Digital atau konvensional
Sama dengan membandingkan tablet atau sabak. Yakin yang pegang tablet lebih berhasil? Belum tentu! Yang pegang sabak jangan rendah diri. Brainware yang dianugerahkan Allah ke setiap manusia sama, tegantung cara pakainya. Bisa jadi, yang pegang sabak manjadi menjadi lebih berpikir dan kreatif karena yang pegang tablet terjebak dalam sistem dan otomasi.

Sekolah atau homeschooling atau pondok
Ketiganya memiliki atmosfer yang sama yaitu belajar. Ketiganya berpotensi mencetak siswa atau  santrinya menjadi “orang” dengan kesitimewaannya masing-masing, selama ia berhasil membangun kesadaran dan semangat belajar intrinsik dari dalam diri siswa/santri. Yang penting, “ngapain aja?” di sana.

Favorit dan nonfavorit
Keberadaan seseorang di suatu lembaga/pranata tertentu tidak menjadi jaminan sukses dalam kehidupan. Tengok saja dalam penjara khusus korupsi dan telisik para narapidana ini pernah mengenyam pendidikan di mana. Pasti kaget kita dibuatnya.

Minat dan Bakat
Semua individu terlahir unik dan istimewa. Itu anugerah. Minat dan bakat demikian juga. Namun, laksana komputer, ia perlu dinyalakan. Tanpa penyalaan, ia hanya menjadi seperangkat alat mati tak berguna.  Tombol menyalanya ada dua, namanya motivasi dan latihan.

Jadi, pendidikan itu apa?
Ini bukan pertanyaan yang mudah. Kalau istilahnya guru, ini jenis pertanyaan HOTS (High Order Thinking Skill). Semua orang mestinya punya jawaban yang berbeda, dan mungkin betul semua.

Jadi IMHO,
pendidikan itu akan berpotensi berhasil, ketika telah ada koneksivitas atau ikatan tali jiwa antara murid dan guru. Guru yang mendidik dan mengajar sepenuh jiwa bukan sekadar karena kebetulan profesinya guru, bertemu di tengah-tengah dengan kesadaran belajar dari dalam diri siswa, ibarat mendayung perahu bersama di sebuah telaga ilmu yang luas. Jadi, hormati gurumu dan cintai siswamu. Inilah modal dasarnya.

Karena itu, pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana membangunkan jiwa guru dari dalam diri seorang pendidik dan kesadaran belajar dari dalam diri seorang siswa? Saya percaya, jawaban atas pertanyaan ini hanya akan didapat seseorang melalui kedekatan dirinya dengan Tuhannya, Rabb semesta sekalian alam. Mungkin dari renungannya, peristiwa yang dialaminya, mungkin pula dari doa-doanya. Bukan tidak mungkin kemudian Allah membukakan pikiran dan matanya melalui perjumpaan dengan seseorang, wujudnya atau melalui teks kalimat, yang membuatnya tersadar dan lahir seperti baru. Sebab, segala sesuatu soal jiwa dan spirit, itu adalah domain Allah, manusia hanya tahu sedikit saja. Itulah hidayah. Itulah ketundukan.

Jadi pendidikan yang berhasil itu menurut saya, adalah yang berhasil menciptakan ketundukan kepada Sang Pencipta dan tunduk (menghormati) pula kepada sesama umat manusia.
(Doni Riadi)


Read More

Selasa, 01 Oktober 2019

Dari Bimtek PembaTIK Level 3 Provinsi Jawa Tengah: “Ditunggu, Konten dengan Konteks Kekinian”

Acara Pembukaan PembaTIK Level 3 Jawa Tengah 2019
“Ditunggu, konten dengan konteks kekinian dari guru-guru hebat ini,” kata Kepala LPMP Jawa Tengah, Drs. Harmanto, MM saat membuka Bimbingan Teknis PembaTIK Level 3 (Level Kreasi) provinsi Jawa Tengah, 19 September 2019 lalu.
Acara yang digelar oleh Pustekkom ini, berlangsung selama 3 hari, dari 21 hingga 23 September 2019, di hotel C3 Ungaran. Hadir dalam pembukaan acara selain Kepala LPMP Jawa Tengah adalah Kepala BPTIK Dikbud Bagus Surjanto, dan Kasubdit MM dan Web Pustekkom, Agus Triarso.  Selain itu, hadir pula Duta Rumah Belajar Jawa Tengah 2018 dan 2017, Fakhrudin Sujarwo dan Tukijo.
Agus Triarso, Subdit MM dan Web Pustekkom (foto: Doni)
Sambutan Kepala LPMP Jateng ini diamini oleh Agus Triarso yang mengisi sesi setelahnya. Menurutnya, “If ICT is a king, content is the queen”. Untuk mendukung kekinian itulah, Pustekkom kini tidak lagi menerima media pembalajaran berbasis animasi .swf, melainkan setidaknya html5 atau dalam bentuk video. Sedangkan Kepala BPTIKP dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jateng memiliki program Jateng Pintar yang siap berkolaborasi dengan Pustekkom untuk mengisi konten-konten dalam situs Rumah Belajar.

Acara Bimtek PembaTIK Level 3 ini menjaring tiga puluh guru lintas jenjang yang terpilih -menurut narasumber Pustekkom, pak Arif Darmawan- dari ribuan guru yang mendaftar PembaTIK di level 1 se-Jateng. Mereka yang terpilih di Level 3 ini menduduki ranking 30 terbaik dari penugasan di Level 2, yaitu membuat RPP Terintegrasi TIK konten Rumah Belajar, membuat Video Pembelajaran, dan Test Tulis Daring.
Sahabat Rumah Belajar Jateng 2019 (foto: Fakhrudin, edit: Doni)
PembaTIK Level 3 ini bertitik tekan pada Kreasi. Berbeda dengan Level 1 (Literasi TIK) dan Level 2 (Implementasi TIK). Nantinya hanya ada 1 orang terpilih di Level 3 mewakili Jawa Tengah yang disebut dengan Duta Rumah Belajar Jawa Tengah untuk maju ke Level 4 (Level Berbagi) di tingkat nasional. Sisanya yang 29 orang menjadi SRB atau Sahabat Rumah Belajar.
Materi Bimtek difokuskan pada pembuatan Video Pembelajaran yang berkualitas. Nantinya video karya peserta ini akan diunggah menjadi konten sumber belajar di situs  http://belajar.kemdikbud.go.id. Selain dipandu oleh mentor Pustekkom, peserta juga didampingi oleh Duta Rumah Belajar 2018 dan 2017.
Membuat Video dengan Green Screen (foto: Elfin Noor)
Para peserta diminta memilih materi sesuai KD Kurikulum 2013, kemudian membuat outline naskah atau storyline. Secara berkelompok, peserta kemudian melakukan syuting dengan green screen yang telah disediakan. Setelah itu, dengan perangkat lunak pengedit video, peserta menyempurnakan hasil video garapannya dengan memasukkan asset visual dan audio. Waktu yang diberikan setengah hari. Malamnya, peserta mempresentasikan hasil karyanya untuk diberikan saran-saran perbaikan dari mentor dan peserta.
Selepas Bimtek, para SRB diwajibkan untuk menyosialisasikan konten rumah belajar sebagai sumber belajar atau media pembelajaran di sekolah dan komunitas guru. Selain itu, mereka juga diminta untuk membuat flyer dan tulisan menggunakan media sosial untuk membumikan Rumah Belajar di kalangan guru dan siswa.
Video Dokumentasi :

(Lihat liputan media di Jateng Pos pada laman berikut ini)
Read More

Rabu, 28 Agustus 2019

Modelling 3D Pembuluh Darah

Read More

Jumat, 28 Juni 2019

Latihan Materi Satuan Waktu, Jarak, dan Kecepatan


Latihan soal berikut ini dapat menjadi evaluasi tes tulis siswa pada materi satuan waktu, jarak, dan kecepatan (Matematika Kelas 5 SD).


Read More

Jumat, 03 Mei 2019

Rekaman Vicon Seameo "Sekoteng-Yo" Perdana bersama Kepala LPMP Jawa Tengah


Berikut ini adalah rekaman vicon Seameo Sekoteng-Yo (Sarasehan Kliwonan Online Jawa Tengah-Yogyakarta) edisi perdana, 2 Mei 2019, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

Segmen I, Tema : VCT dan Peningkatan Mutu Guru di Era Digital
Narasumber :

  1. Drs. Harmanto, M.Si (kepala LPMP Jawa Tengah)
  2. Dr. Gatot Hari Priowirjanto (Koordinator 7 Seameo Center
Moderator : Andae Wiriawan (SMP Mataram, Semarang)

Segmen II : Presensi Daring Seminar dengan QRCode dan Excel
Narasumber : Doni Riadi (SD Alam Ar-Ridho)
Host : Siti Zulaikha (SMPN 1 Baturetno,Wonogiri)
Moderator : Krisantus AB  (SMP Maria Goretti, Semarang)

Recorder Vicon : Sulistyani
Narasi : Nurrokhmah
Flyer dan Absensi : Doni Riadi

Read More

Kamis, 02 Mei 2019

Sarasehan Daring Perdana "Sekoteng-Yo"


Dunia bergerak...
berubah merepih jaman dan gerakan waktu bergulir tak terhenti.
Berbagai perubahan yang terjadi terkadang begitu cepat hingga kita harus berlari mengejarnya.
Revolusi 4.0 dengan kemajuan internet dan android merubah kondisi di berbagai bidang.
Yang dulu kita cukup membaca buku, bersua rekan seprofesi berdiskusi, hadir di seminar dan pelatihan. sekarang tidak cukup lagi.

Dibutuhkan revolusi baik cara ataupun gaya dalam belajar mengejar kemajuan teknologi.
Hal itu bisa terjawab dengan adanya virtual conference, belajar bersama di dumay alias dunia maya. Hal ini menjadi ide luarbiasa dan kemudian digeraknyatakan menjadi Program VCI oleh Sang Penggagas Bapak Dr Gatot Hari Priyowirjanto.  Maka ketika Beliau bersua dalam bincang Sekoteng-Yo perdana bersama Bpk Drs Harmanto,  M.  Si Kepala LPMP Jateng tentunya akan menjadi sebuah diskusi yang super asyik dan mencerdaskan kita semua para guru dan praktisi pendidikan di Provinsi Jateng DIY. Dengan mengusung tema "VCT dan Peningkatan Mutu Guru di Era Digital ". Itu materi di segmen 1.

Di Segmen 2, Sekoteng-Yo akan makin hangat dengan ilmu baru yang keren bingiiit yaitu presensi seminar/workshop dengan QR Code.  Untuk presensi seminar kita sudah tidak perlu  pena untuk tanda tangan,  tidak perlu mencari nama kita ada di daftar nomer berapa,  cukup acungkan gadget yg sudah terpampang QR code kita.  Maka *taraaa*....  Selesailah proses presensi dengan cepat,  mudah,  singkat,....  Dan keren 👍🏻🥰
Pingin tahu kan gimana cara bikin QR code nya...  Maka kita simak materinya yang akan dibawakan oleh Master Doni Riadi dari SD Alam Ar-Ridho Semarang.

Sekoteng-Yo perdana ini akan digawangi petugas yg juga luarbiasa. Sebagai Host adalah Bunda kita bersama Bu Siti Zulaiha dan sebagai moderator adalah Koordinator VCT Jateng DIY Bpk Krisantus AB.
Jadi rugiiiiii banget kalau nggak ikutan lho.

Sekoteng-Yo adalah wadah yang kita miliki bersama guru Jateng DIY yang diselenggarakan pada setiap Kamis Kliwon untuk belajar bersama berbagi ilmu.

So,
Siap...  Siap....  Siap.... tgl 2 Mei 2019 pukul 19.00-21.00 WIB di link  http://bit.ly/sekotengyo-1
event number :  579725012
Password : 12345

Pastikan anda bergabung dalam barisan guru masa depan ini.
Siapkah anda??? ^_^
Read More

Rabu, 01 Mei 2019

Pendaftaran Seameo VCT Batch 4 2019 Telah dibuka


BERANI MENGAJAR HARUS MAU TERUS BELAJAR

Halo guru,
Era revolusi industri 4.0 membawa dampak pada dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi digital dalam dalam proses pembelajaran,  penyelesaian berbagai tugas, dan peningkatan kompetensi guru,  tak bisa lepas dari arus perkembangan informasi dan teknologi.

Menghadapi tantangan tersebut, guru sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan dituntut untuk siap berubah dan beradaptasi.

Virtual Coordinator Training (VCT) Batch 4 merupakan kegiatan dari SEAMOLEC  hadir kembali menyapa guru dan siapa pun yang ingin belajar dan mengikuti perkembangan yang ada. Dengan mengikuti kegiatan pelatihan VCT Batch 4 kita akan tergabung dalam sebuah sistem pelatihan online menggunakan aplikasi webex tanpa batas ruang dan waktu.

Apa yang akan dipelajari dalam pelatihan VCT?
✅ Membuat google form, flyer digital, dan presensi online.
✅ Teknik menulis narasi kegiatan yang menarik.
✅Mengkreasi dan mengelola room webex.
✅ Merekam dan mengupload kegiatan pelatihan pada chanel you tube.

Apa syarat mengikuti kegiatan pelatihan VCT?
✅ Mempunyai kemauan untuk belajar dan berbagi.
✅ Memiliki laptop/tablet/ HP android.
✅ Ada jaringan internet yang stabil.
✅ Bisa mengakses internet.

Apa yang akan didapatkan setelah lulus dalam pelatihan VCT?
✅ Mampu mengelola room webex untuk menunjang proses pembelajaran dan kepentingan tugas  yang lain.
✅ Mendapatkan wawasan, ilmu, dan pengetahuan baru dari peserta pelatihan yang lain melalui kegiatan presentasi dalam room webex.
✅ Mendapatkan sertifikat lulus dari SEAMEO 39 JP
✅ Mendapatkan kesempatan menjadi instruktur pelatihan VCT selanjutnya.

Pendaftaran
1 s.d. 10 Mei 2019
http://bit.ly/daftar-vct4

Nara hubung
Zulaiha 082243955295
Krisantus 085727327119

Mari kita temui teman-teman  yang memiliki pengalaman yang berbeda,  dapatkan wawasan dan pengetahuan baru yang akan meningkatkan kompetensi anda. Ruang-ruang virtual yang akan anda bangun dan anda temui akan memperkaya khasanah kreasi dan inovasi kapan saja dan di mana saja.


Salam Virtual
Tim VCT Batch 4
Jateng - DIY

Note : Untuk lebih banyak tahu apa itu VCT, kemanfaatan, dan tugasnya silakan berkunjung ke laman instruktur ini : https://krisantusardy.wordpress.com/guide-line-vct/.
Read More