Senin, 05 November 2012

Kelas Talenta : Public Speaking di Sekolah Dasar

Siswa sedang menyiapkan outline, dan sebagian sedang berlatih berbicara sebelum 'take a shoot'

 Ada terobosan baru di Sekolah Alam Ar-Ridho. Sudah berjalan dua bulan ini. Namanya Kelas Talenta (Talent Class). Kelas Talenta didesain untuk murid-murid kelas 4 dan 5 SD. Sebelum-sebelumnya, setelah istirahat makan siang, mereka belajar Mapel, seperti Fiqih, Inggris, atau Komputer (TIK). Sejak semester ini, dalam seminggu mereka 2 kali berada di kelas talenta, dengan durasi waktu 2 jam, atau hingga adzan ashar, lalu sholat, dan pulang.

Ada beberapa jenis talenta yang disediakan, diantaranya : Writing, Public Speaking, Drawing, Crafting, Musikal, Cooking, dan Teater (performing art). Di luar Kelas Talenta, Ekskul tetap berjalan seperti biasanya, di hari Sabtu. Siswa wajib memilih salah satu Kelas talenta yang tersedia, namun diberi kebebasan untuk mengikuti Ekskul. Beberapa anak yang memiliki passion di musikal, ada yang memilih kelas Talenta Musik dan ekskul Perkusi : Rombenk di hari Sabtunya. Pendeknya, mereka bersenang-senang di sekolah. Belajar sesuatu yang mereka minati dan bakati, bersama guru yang memiliki keminatan yang sama.

Sekolah mengamanahi saya sesuatu yang sama sekali baru, yaitu : Public Speaking. Belajar Public Speaking di usia sekolah dasar adalah hal yang sangat menantang. Di luar negeri, mungkin sudah menjadi kelaziman, anak kecil mampu bicara dan berargumen dengan baik. Akan tetapi, di negeri kita tidaklah seperti itu. Butuh kreativitas ekstra untuk mendidik siswa, melahirkan kemampuan berani dan terampil bicara di depan khalayak/publik. Maka ltidak heran dari 60an orang siswa kelas 4 SD, kelas Public Speaking 'hanya' diminati oleh 7 orang siswa. Public Speaking kelas 5 SD malah ditiadakan karena pesertanya tinggal seorang. Ketujuh murid Public Speaking ini, memang dikenal pandai berbicara. Bersama mereka, saya memulai petualangan baru. Mereka adalah : Qori, Ilham, Fanya, Dilla, Selva, Syifa, dan Hasna.

Pertemuan perdana, diisi dengan diskusi yang ramai tentang apa itu Public Speaking, apa saja contohnya, apa saja yang akan kita pelajari, dan semboyan/tagline kelas Public Speaking. Ternyata tidak hanya jadi MC atau Pembawa Acara, ada banyak varian Public Speaking, seperti : kultum, pidato, ceramah, orasi, debat, presentasi, news anchor (Pembaca berita), reporter, host, penyiar, moderator, pembicara, mendongeng, bercerita, bahkan stand up comedy.  

Ingat 3 hal ini : "Listen Up! Think Up!, and Speak Up!"
Dan tagline kelas Public Speaking adalah : "Listen Up! Think Up! and Speak Up!". jadi, meski ini kelas bicara, tapi kami tetap menjadikan mendengar sebagai syarat pertama agar bisa berbicara dengan baik. Di fase Think Up!, anak-anak bisa menggunakan media tulis sebagai alat bantu berpikir (outline/naskah), jika tidak mampu langsung berpikir secara live.

Di pertemuan ke sekian, hari ini (05/11), saya membawa kamera DSLR Canon 500D yang memiliki kemampuan movie shooting. Hari ini, adalah lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang berbicara di depan handycam. Sekarang alat rekamnya, berwujud kamera DSLR. Ada sensasi tersendiri ketika berbicara sambil melihat ke kamera. Dan anak-anak harus mulai terbiasa dengan itu. Agar mereka tidak mati kutu alias mati gaya dengan 'tatapan tajam' kamera.

Berikut adalah ekspresi mereka ketika beraksi di kelas Publis Speaking, dengan tema "All About My School" dan "The Hottest News Today" :


Qori

Ilham

Syifa

Dilla

Selva



3 komentar:

Sofy mengatakan...

Alhamdulillah.. Syifa memilih Public Speaking untuk kelas talenta. awalnya dia memilih crafting, tapi karena dia agak pemalu saya sarankan untuk ikut Public Speaking. Alhamdulillah dia selalu bersemangat kalau bercerita tentang kegiatan dia di Public speaking. Mohon bimbingan pak Doni, agar Syifa mempunya keberanian untuk berbicara. Sukses untuk Kelas talenta Public Speaking Sekolah Alam Ar ridho..

Pak Guru Doni mengatakan...

hehe, trims... Iya bu, Syifa ternyata punya potensi berbicara. Kelas Public Speaking tuh selalu seru dan ramai, hehe.
Doanya selalu bu...

Joko Purwanto mengatakan...

the last but no the least, i'll let my daughter join this activity, since it's a great activity to challenge one's bravery 'n confidence, it's an essential step on their early ages,.. set them well, please!
what an awesome activity !!!
two thumbs up sir !!

Posting Komentar