Selasa, 02 Agustus 2011

Puisi Untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus

Adalah Faisal dan Ibunya
untuk : Anak-anak Autis dan berkebutuhan khusus

Tersebutlah sebuah kisah,
tentang
Putra,
Bunda,
Sekolah,
dan
Cinta,

Bila ada ibu yang pernah menangis galau
akan kondisi putranya
pada mulanya
itu adalah Faisal dan Ibunya

Bila ada yang hilir mudik kesana kemari
mencari sejumput informasi
untuk masa depan si buah hati
maka, itu adalah Faisal dan Ibunya

Bila ada sesungging senyum ceria
karena telah menemukan sebuah sekolah
yang lapang menerima kondisi istimewa anaknya
maka bisa dipastikan, ia adalah Faisal dan ibunya

Maka,
bila ada ibu dan putranya yang bangun pagi-pagi
berangkat dari rumah dengan riang hati
di jalan bernyanyi-nyanyi,
mereka adalah Faisal dan Ibunya

dan,
bilamana ada seorang ibu yang turut masuk kelas
memastikan putranya fokus pada tugas-tugas
kadang ikut menerangkan pelajaran agar menjadi jelas
semata-mata tanpa balas
alias ikhlas
maka, itulah Faisal dan ibunya

bilamana juga ada orang tua yang membawa sarapan
ngulek sambel di sekolah untuk teman lauk dan lalapan
dimakan bersama putra dan guru-guru di saung kenangan
berbagi pedas
keringat
dan canda tawa
maka mereka adalah Faisal dan ibunya

siapa sangka jika kemudian
meski dalam banyak hal ketinggalan
si putra rupanya jago hafalan
mulai dari annas hingga al-insan
dan masih terus bertambah semoga hingga 30 juz khatam
senyum senang riang hati sang ibu bukan kepalang

legenda kasih ibu kepada putranya
bukanlah mitos belaka
berkilo-kilo meter jarak Mranggen-Semarang
dilalui olehnya bagai sejengkalan
setiap pagi
setiap hari
bergelut dengan debu
bahkan hingga tersungkur jatuh
diserempet truk yang tak tahu malu

Adalah Faisal dan ibunya
yang mewariskan spirit besar itu,
bahwa perjuangan tidak boleh berhenti
belum apa-apa

cerita bahagianya
bingkisan jajanan pasarnya
juga keluh kesahnya
dan sembab air matanya
adalah hadiah yang membasuh jiwa

maka jikalau boleh anakmu ini menuliskan pesan,
ingatlah selalu
dengan seseorang yang duduk di depan komputer bagi batu
dan ia ingin menulis seperti ini :
"bahwa mereka yang berjiwa besar akan selalu menciptakan
kebesaran dimanapun ia berada,
dan Kebesarannya itu tidak akan pernah mengecil hanya karena harus berada di tempat kecil.
Gusti Allah mboten sare...
Ia Maha Melihat setiap tetes air mata, keringat dan darah
Ia maha Mendengar setiap bait doa dari tengadah telapak tangan
mereka adalah tiket perjumpaan kelak dengan-Nya di surga.

Maka, bila ada ibu dan putranya,
yang menapaki masa depan dengan kepala tegak
dan semangat yang tetap menyala-nyala
maka, bisa dipastikan,
ia adalah Faisal dan ibunya.

Semarang, 20 Juni 2009


(Note : dimuat di buku "Faisal Sayang Mama Sampai Tua" karya Sri Murni- Wedangjae 2011)

0 komentar:

Posting Komentar