Komunitas Pengembang Digitalisasi Pembelajaran (KPDP) Resmi Berbadan Hukum
![]() |
| Kepala BBPMP Jawa Tengah, Dr. Nugraheni Triastuti menyaksikan penyerahan legalitas KPDP sebagai badan hukum |
Sekitar tujuhpuluhan Guru Pejuang Digital (GPD) se-Jawa Tengah yang tergabung dalam Komunitas Pengembang Digitalisasi Pembelajaran (KPDP) Jawa Tengah pagi ini (11/04) menghadiri Rakor Transformasi Digitalisasi Pembelajaran dan Halal Bihalal di gedung BBPMP, Jl. Kyai Mojo, Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang.
Rakor dan Halal Bihalal ini dibuka oleh Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Dr. Nugraheni Triastuti, S.E., M.Si didampingi oleh Kabag Umum BBPMP, Dedi Gunawan. Dalam sambutannya, Kepala BBPMP menyampaikan pesan dengan meminjam “3 kata ajaib” yang sering digunakan di kelas oleh guru. Pertama, “terima kasih”. BBPMP mengucapkan terima kasih atas kinerja dan kerja sama yang telah terbangun baik antara KPDP dengan BBPMP dalam menuntaskan program-program prioritas Kemendikdasmen.
![]() |
| Kepala BBPMP Jawa Tengah berfoto bersama KPDP |
Kedua, “maaf”. BBPMP menghaturkan permohonan maaf bilamana dirasa belum dapat optimal dalam melayani atau memenuhi harapan KPDP ataupun ketika ada kesalahan saat berinteraksi dengan para staf BBPMP di daerah-daerah. Ketiga. “tolong”. BBPMP meminta bantuan agar KPDP dapat terus bekerja sama dengan BBPMP, mendampingi guru-guru Jawa Tengah khususnya dalam hal transformasi digitalisasi pembelajaran sekaligus menjalin kemitraan dengan dinas pendidikan di daerah.
Pada kesempatan ini, Kepala BBPMP menandatangani SK Kengurusan KPDP yang baru periode 2026-2031, sekaligus menyaksikan penandatanganan Berita Acara Penerimaan Akta Notaris dan SK Menkum KPDP yang diserahkan oleh notaris Siti Nur Azizah. Dalam dokumen SK Menkum, KPDP Jawa Tengah resmi menjadi perkumpulan berbadan hukum per tanggal 26 Maret 2026 dengan AHU Nomor AHU-0002067.AH.01.07. Tahun 2026.
![]() |
| SK Menkum KPDP sebagai Perkumpulan |
KPDP pada awalnya beranggotakan para Duta Teknologi, Co-Kapten belajar.id dan partner. Pada April 2026, mengikuti kebijakan Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kemendikdasmen yang meluncurkan program Guru Pejuang Digital (GPD) pada 17 November 2025, maka anggotanya saat ini ditambah dengan para aktivis Bergema (Bergerak Bersama Penggerak Komunitas Belajar).
Pada Rakor ini digelar pula sarasehan dengan pembicara Dr. Lulud P. Ario Nugroho dan Heri Dwiyanto (Pengawas KPDP), Putut Aji Wibowo, S.Kom., M.T. (BBPMP Jawa Tengah), Agung M. Handoko, S.S. , M.Si. (BPMPTP Jawa Tengah) dan Fakhrudin Sujarwo, S.Sos., M.Pd. (Ketua KPDP Jawa Tengah).
![]() |
| Para pembicara di sesi sarasehan KPDP |
Dr. Lulud dalam paparannya meminta beberapa perwakilan peserta untuk membuat pesawat kertas dan menerbangkannya, kemudian menyampaikan Digitalisasi Pembelajaran tidak melulu soal digital, tapi juga termasuk didalamnya soal menyalakan kreativitas, memilih metode yang tepat berbasis banyak aktivitas yang terintegrasi seperti STEAM. Digital adalah soal tools atau alat bantu setelah ide kreativitasnya menyala. Dalam konteks pesawat, misalnya membantu mendesain bentuk dan sayap pesawat yang paling efektif, mengukur penggunaan BBM sehemat mungkin, dan seterusnya.
Sementara Putut Aji Wibowo, sebagai PIC Transformasi Digitalisasi BBPMP Jawa Tengah menyarankan agar setiap anggota KPDP menjalin hubungan sinergi yang baik dengan Dinas Pendidikan di daerahnya masing-masing agar dapat meraih hasil yang optimal dalam pelaksanaan program prioritas Kemendikdasmen. Khususnya yang terdekat adalah Pemanfaatan hibah PID, Laptop, dan Harddisk untuk mendukung digitaliasi pembelajaran serta aplikasi Rumah pendidikan.
![]() |
| Rakor dan Halal Bihalal KPDP di BBPMP Jawa Tengah |
Agung M. Handoko, mewakili Kepala BPMPTP Jawa Tengah yang dulunya bernama BPTIKP Jawa Tengah, menyampaikan pentingnya untuk memastikan bahwa bantuan atau hibah dari pemerintah memang berhasil mengubah cara bekerja dan belajar guru sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dalam kunjungannya ke banyak sekolah, banyak temuan, ternyata bantuan TIK baik dari pemprov maupun pusat belum dimanfaatkan secara optimal dengan beragam alasan dan kondisi. KPDP dapat mengambil peran untuk mendampingi, melatih, dan menginisiasi agar tujuan peningkatan kualitas pembelajaran dapat tercapai.
Di sesi ini, salah seorang peserta, Doni Riadi, yang juga Co-kapten Belajar.id kota Semarang, memberi masukan agar BPMPTP Jawa Tengah, meskipun sebagai organ di bawah Disdiksbud Provinsi Jawa Tengah, namun ketika mengadakan pelatihan TIK tidak hanya ditujukan kepada guru SMA/SMK/SLB tetapi juga dapat diikuti oleh guru di seluruh jenjang dari, PAUD, SD, SMP hingga PNFI, aar kemanfaatannya menjadi lebih luas.
![]() |
| Doni Riadi, Co-Kapten Belajar.id Kota Semarang |
Di akhir acara, Ketua KPDP yang juga Kapten Belajar.id Jawa Tengah, Fakhrudin Sujarwo, mengajak seluruh anggota KPDP untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapabilitas diri agar dapat menjadi selalu yang terdepan dalam peningkatan kualitas guru dan pembelajaran.
![]() |
| Foto bersama di salah satu sudut gedung BBPMP |
Postingan ini telah dimuat di media Radar Semarang Jawa Pos (Minggu, 12 April 2026)








Comments
Post a Comment